Popular Posts
-
PUISI"Semangat meraih cita-cita" Semangat ku menggebu-gebu Bagaikan pasukan yang sedang menyerbu Merah ...
-
BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam tentang trigonometri, sehingga dapat menggunakan aplikasi-a...
-
SAHABAT Sahabat . . . Kau bilangan real yang ku suka alas dari itu ialah kepercayaan hubungan yang bagaikan lingkaran, dimana kitalah...
-
“Harta yang kita sedekahkan dengan iklhas di jalan yang benar tidak akan berkurang melainkan bertambah dengan berkali-kali lipat.” “Ke...
-
Jika ada temanmu yang mengingatkan tentang akhirat, maka sebenarnya ia sedang berupaya saling berbagi kebaikan islam agar bisa terus bertem...
-
Dalam sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) / RSBI (Rintisan Sekolah Bertarf Internasional) telah mulai diperkenalkan istilah-istila...
-
Dahulu namanya Matematika Diskrit sekarang namanya matematika informatika. Apakah Matematika Diskrit itu? Matematika Diskrit itu adalah sal...
-
Bagi orang yang tidak suka matematika, hitung menghitung adalah sesuatu yang membosankan. Mereka mengatakan matematika membuat pusing kep...
-
BERHIJAB Cerpen Karya Pratiwi Ramadhany “Akhirnya aku masuk SMA negeri juga….” Benak hatiku dengan perasaan yang sangat lega… oke, mu...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Sample Text
Social Icons
About Me
Followers
Featured Posts
Social Icons
Blog Archive
Cari Blog Ini
Categories
Labels
Translate
BTemplates.com
Jumat, 03 November 2017
Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia
Guru……..
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti
Guru……
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia
Guru……..
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti
Guru……
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar