Popular Posts
-
PUISI"Semangat meraih cita-cita" Semangat ku menggebu-gebu Bagaikan pasukan yang sedang menyerbu Merah ...
-
BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam tentang trigonometri, sehingga dapat menggunakan aplikasi-a...
-
SAHABAT Sahabat . . . Kau bilangan real yang ku suka alas dari itu ialah kepercayaan hubungan yang bagaikan lingkaran, dimana kitalah...
-
“Harta yang kita sedekahkan dengan iklhas di jalan yang benar tidak akan berkurang melainkan bertambah dengan berkali-kali lipat.” “Ke...
-
Jika ada temanmu yang mengingatkan tentang akhirat, maka sebenarnya ia sedang berupaya saling berbagi kebaikan islam agar bisa terus bertem...
-
Dalam sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) / RSBI (Rintisan Sekolah Bertarf Internasional) telah mulai diperkenalkan istilah-istila...
-
Dahulu namanya Matematika Diskrit sekarang namanya matematika informatika. Apakah Matematika Diskrit itu? Matematika Diskrit itu adalah sal...
-
Bagi orang yang tidak suka matematika, hitung menghitung adalah sesuatu yang membosankan. Mereka mengatakan matematika membuat pusing kep...
-
BERHIJAB Cerpen Karya Pratiwi Ramadhany “Akhirnya aku masuk SMA negeri juga….” Benak hatiku dengan perasaan yang sangat lega… oke, mu...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Sample Text
Social Icons
About Me
Followers
Featured Posts
Social Icons
Blog Archive
Cari Blog Ini
Categories
Labels
Translate
BTemplates.com
Selasa, 30 Mei 2017
Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Bula
Misalkan a, b, dan c adalah bilangan bulat.
Sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat adalah sebagai berikut.
1. Tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, dan perkalian, artinya:
jika a dan b bilangan bulat, berlaku a + b, a – b, a × b juga bilangan bulat.
2. Komutatif terhadap penjumlahan dan perkalian.
Contoh: –4 + 15 = 15 + (–4)
8 × (–10) = –10 × 8
3. Asosiatif terhadap penjumlahan dan perkalian.
Contoh: 8 + (–5 + 6) = (8 + (–5)) + 6
–4 × (10 × 3) = (–4 × 10) × 3
4. Mempunyai unsur identitas penjumlahan dan perkalian:
Identitas operasi penjumlahan : a + 0 = 0 + a = a
Identitas operasi perkalian : a × 1= 1 × a = a
5. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan:
a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
a × (b − c) = (a × b) − (a × c)
Contoh:
12 × (6 + 14) = 12 × 20 = 240 15 × (30 − 5) = 15 × 25 = 375
(12 × 6) + (12 × 14) = 72 +168 = 240 (15 × 30) − (15 × 5) = 450 – 75 = 375
Jadi, 12 × (6 +14) = (12 × 6) + (12 × 14). Jadi, 15 × (30 − 5) = (15 × 30) − (15 × 5).
Sifat-sifat operasi hitung dapat digunakan untuk mempermudah perhitungan.
Contoh:
a. 51 × 49 = (50 + 1) × 49
= (50 + 1) × (50 – 1)
= 50(50 – 1) + 1(50 – 1)
= 2.500 – 50 + 50 – 1
= 2.499
b. 113 × 71 + 113 × 29 = 113 × (71 + 29)
= 113 × 100
= 11.300
Misalkan a, b, dan c adalah bilangan bulat.
Sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat adalah sebagai berikut.
1. Tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan, dan perkalian, artinya:
jika a dan b bilangan bulat, berlaku a + b, a – b, a × b juga bilangan bulat.
2. Komutatif terhadap penjumlahan dan perkalian.
Contoh: –4 + 15 = 15 + (–4)
8 × (–10) = –10 × 8
3. Asosiatif terhadap penjumlahan dan perkalian.
Contoh: 8 + (–5 + 6) = (8 + (–5)) + 6
–4 × (10 × 3) = (–4 × 10) × 3
4. Mempunyai unsur identitas penjumlahan dan perkalian:
Identitas operasi penjumlahan : a + 0 = 0 + a = a
Identitas operasi perkalian : a × 1= 1 × a = a
5. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan:
a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
a × (b − c) = (a × b) − (a × c)
Contoh:
12 × (6 + 14) = 12 × 20 = 240 15 × (30 − 5) = 15 × 25 = 375
(12 × 6) + (12 × 14) = 72 +168 = 240 (15 × 30) − (15 × 5) = 450 – 75 = 375
Jadi, 12 × (6 +14) = (12 × 6) + (12 × 14). Jadi, 15 × (30 − 5) = (15 × 30) − (15 × 5).
Sifat-sifat operasi hitung dapat digunakan untuk mempermudah perhitungan.
Contoh:
a. 51 × 49 = (50 + 1) × 49
= (50 + 1) × (50 – 1)
= 50(50 – 1) + 1(50 – 1)
= 2.500 – 50 + 50 – 1
= 2.499
b. 113 × 71 + 113 × 29 = 113 × (71 + 29)
= 113 × 100
= 11.300
Label:
Sifat-Sifat Operasi Hitung
|
0
komentar
Operasi Hitung Bilangan
Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat , menjumlahkan bilangan positif, menjumlahkan bilangan bulat negatif menjumlahkan bilangan bulat postif dan negatif
Menjumlahkan bilangan bulat negatif dengan bilangan positif.
Contoh -6 + 8 = 2, digambarkan pada garis bilangan.
Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian adalah penjumlahan berulang sebanyak bilangan yang dikalikan.
Contoh:
2 x 3 - 3 + 3 = 6
Sifat-sifat perkalian suatu bilangan
a. Perkalian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif.
Contoh:
1) 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20
2) 7 x 8 = 56
3) 12 x 15 = 180
b Perkalian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) 4 x (-5) = (-5) + (-5) +(-5) +(-5) = -20
2) 7 x (-8) = -56
3) 12 x (-15) = -180
c. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) -4 x 5 = -(5 + 5 + 5 + 5) = -20.
2) -7 x 8 = -56
3) -12x 15 = -180
d. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -4 x (-5) = -[-5 + (-5) + (-5) + (-5)] = -[-20] = 20
2) -7 x (-8) = 56
3) -12 x (-15) = 180
Pembagian bilangan bulat
Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian
Contoh
12 : 4 = 3, karena 4 x 3 = 12 atau 3 x 4 = 12
42 : 7 = 6, karena 7 x 6 = 42 atau 6 x 7 = 42
Sifat-sifat pembagian bilangan bulat
a. Pembagian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif
Contoh
1) 63 : 7 = 9
2) 143 : 11 = 13
b. Pembagian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif
Contoh:
1) 63 : (-9) = -7
2) 72 : (-6) = -12
c. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif
Contoh:
1) -63 : 7 = -9
2) -120 : 10 = -12
d. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -72 : (-8) = 9
2) -120 : (-12) = 10
Menggunakan Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat
Penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat , menjumlahkan bilangan positif, menjumlahkan bilangan bulat negatif menjumlahkan bilangan bulat postif dan negatif
Menjumlahkan bilangan bulat negatif dengan bilangan positif.
Contoh -6 + 8 = 2, digambarkan pada garis bilangan.
Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian adalah penjumlahan berulang sebanyak bilangan yang dikalikan.
Contoh:
2 x 3 - 3 + 3 = 6
Sifat-sifat perkalian suatu bilangan
a. Perkalian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif.
Contoh:
1) 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20
2) 7 x 8 = 56
3) 12 x 15 = 180
b Perkalian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) 4 x (-5) = (-5) + (-5) +(-5) +(-5) = -20
2) 7 x (-8) = -56
3) 12 x (-15) = -180
c. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) -4 x 5 = -(5 + 5 + 5 + 5) = -20.
2) -7 x 8 = -56
3) -12x 15 = -180
d. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -4 x (-5) = -[-5 + (-5) + (-5) + (-5)] = -[-20] = 20
2) -7 x (-8) = 56
3) -12 x (-15) = 180
Pembagian bilangan bulat
Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian
Contoh
12 : 4 = 3, karena 4 x 3 = 12 atau 3 x 4 = 12
42 : 7 = 6, karena 7 x 6 = 42 atau 6 x 7 = 42
Sifat-sifat pembagian bilangan bulat
a. Pembagian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif
Contoh
1) 63 : 7 = 9
2) 143 : 11 = 13
b. Pembagian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif
Contoh:
1) 63 : (-9) = -7
2) 72 : (-6) = -12
c. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif
Contoh:
1) -63 : 7 = -9
2) -120 : 10 = -12
d. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -72 : (-8) = 9
2) -120 : (-12) = 10
Menggunakan Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat
Label:
Operasi Hitung Bilangan
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)